Jumat, 08 Juli 2016

Heaven's Feel


Chapter 1
  
Pada suatu malam bersalju dikota,ada seorang wanita muda bernama Ishiki Kousaka.Kousakadulu adalah anak yang ceria dan penuh semangat meskipun agak kekanak kanakan tetapi setelah ia berpisah dengan teman temannya ia menjadi orang yang agak pendiam dan penyendiri.Dia sudah berumur 20 tahun dengan rambut coklat dengan panjang sebahu lebih tanpa diikat,bermata biru,mengenakan sweather biru panjang dan celana putih panjang.Ia berjalan sendiri dikota membeli makanan di supermarket.
   Setelah ia membeli makanan,ia pun pulang ke kos kosannya yang sudah ia tempati sejak ia tiba di kota Yokohama 2 tahun lalu.Saat itu kota sangat sepi dan hanya sedikit mobil yang melintas karena salju yang cukup lebat di malam itu.Terpaksa Kousaka berjalan sejauh 2km sendirian pada malam itu.Saat ia berjalan didekat hutan dan jalannya yang gelap ,ia bertemu dengan seorang pria berambut coklat keemasan dengan mata sipit .Pria itu berpenampilan seperti pendekar zaman dahulu dan membawa 2 buah pedang pendek.
    Kousaka yang mulai ketakutan mundur perlahan lalu lari meninggalkan tempat itu.Pria itu mengikutinya dengan cepat dan langsung menghunuskan pedangnya dan menusuk Kousaka hingga tergeletak tak sadarkan diri dijalan.Beruntunglah tidak lama berselang ia ditolong oleh seorang laki laki muda berambut putih bernama Robinson von Grenson.Robinson yang dahulu pernah belajar sihir dari gurunya di Inggris mencoba menyembuhkan luka Kousaka yang teramat parah.Dan sihirnya berhasil menyembuhkan Kousaka dengan cepat hingga ia tersadar.Robinson lalu menceritakan tentang siapa yang menyerang Kousaka,pria itu adalah servant* kelas Saber .Ia juga menceritakan tentang Perang Cawan Suci,suatu perang yang direbutkan 7 orang master beserta servant-nya untuk memenangkan Cawan Suci/Grail yang dapat mengabulkan keinginan.
   Meskipun diberikan penjelasan yang cukup detail tentang itu,Kousaka masih bingung tentang untuk apa para master berebut Cawan?Dan mengapa harus menggunakan servant untuk saling membunuh?serta pertanyaan lainnya.Robinson menjawab semua pertanyaan Kousaka dengan jawaban yang tepat dan ia memberi informasi tambahan bahwa kejadian ledakan di Fuyuki adalah dampak perang tersebut jugaCawan yang masih ada diseluruh dunia memiliki bahaya yang besar sehingga kelompok Gereja mengutus para eksekutor sepertinya untuk mengamankan Grail dari tangan yang salah.
   Ia menambahkan bahwa yang bisa mengikuti perang ini adalah para magus kuat nan berbahaya dari berbagai negara yang memiliki tujuan buruk satu sama lain sehingga ia khawatir jika Grail jatuh ke tangan salah satu dari mereka.Setelah mendengar semua itu Kousaka diam sesaat lalu bertanya tentang servant apa yang Robinson panggil?.Robinson ternyata memanggil kelas Lancer akan tetapi ia tidak menunjukkan servantnya dihadapan Kousaka lalu ia menambahkan bahwa masih ada 1 tempat kosong yaitu kelas terlemah ,’Assassin’.Kousaka menjadi tertarik untuk mengikuti perang itu untuk membantu Robinson memenangkan perang tersebut.Merekapun membuat kesepakatan bekerja sama untuk mengalahkan master yang lain,Karena itu Robinson membantu Kousaka dalam pemanggilan servant terakhir yaitu Assassin.
“Untuk semua keringat yang telah bercucuran,
Untuk seluruh darah yang kau tumpahkan,
Untuk semua jiwa yang telah kau gugurkan,
Untuk semua dosa yang telah kau torehkan,
Wahai kau yang berada didalam kegelapan
Wahai kau yang tidak dapat melihat cahaya
Wahai kau roh yang dihantui penyesalan
Wahai kau roh yang berada didalam siksaan
Dari manapun asalmu,
Bagaimana nasibmu,
Apa impian dan harapanmu,
Datanglah dan penuhi tugasmu,
Layanilah aku dengan seluruh jiwa ragamu,
Muncullah! Assassin....”
  Setelah Kousaka mengucap sumpah perjanjian dengan servant,lambang pemanggilan mengeluarkan cahaya menyilaukan yang sangat kuat hingga membuat seisi ruangan terang benderang .Setelah cahaya itu padam muncullah seorang laki laki bertopeng,berambut hitam dan berpakaian serba hitam ,
orang itu adalah Assassin.Saat Kousaka dan Robinson bertanya tentang asal usulnya dan identitasnya,servant itu hanya berkata kalau ia lupa asal usul dan namanya karena pemanggilan yang tidak sempurna.Robinson lalu mengatakan bahwa kalau seorang servant seperti ini sulit dipakai untuk menjalankan rencana karena kemampuannya tidak diketahui.Biasanya seorang master dapat merumuskan strategi setelah mengetahui identitas asli servantnya dan kemampuannya.


  Robinson lalu memanggil servantnya ‘Lancer’,untuk meneliti tentang Assassin.Lancer adalah seorang kesatria wanita berparas cantik berambut hitam dan bermata coklat.Mereka diperintahkan bertarung sebagai simulasi untuk melihat seberapa hebat Assassin.Hasilnya mengejutkan karena Assassin mampu mengimbangi Lancer yang jauh lebih kuat,cepat dan memiliki mana lebih banyak.Setelah itu ia menghentikan pertarungan,lalu menemui Kousaka untuk merumuskan strategi.
  Keesokan harinya Kousaka mengajak Assassin jalan jalan ke seluruh kota.Mereka saling berbicara dan berkat jalan jalan itu,Kousaka tahu bahwa Assassin adalah orang yang dingin,tak berekspresi,pendiam,dan tidak memiliki rasa simpatik seolah olah ia selalu diliputi kegelapan tapi ada beberapa hal yang mengganjalnya dan membuatnya takjub seperti kecerdasannya diberbagai ilmu pengetahuan.Tak terasa hari sudah gelap mereka memutuskan untuk pulang,akan tetapi di jalan dekat dermaga mereka malah dihadang oleh seorang pria tua berjubah hitam dan membawa tongkat.Ketika orang itu menampakkan wajahnya Assassin lalu menyuruh Kousaka mundur dan mengatakan bahwa orang itu adalah seorang servant dan musuh bagi mereka.Ia juga menjelaskan bahwa dia adalah kelas Caster dan memiliki mana yang sangat banyak serta kemampuan yang berbahaya.
  Caster lalu menantang Assassin untuk melawannya sambil membuka matanya.Assassin terkejut karena matanya berbentuk pentagram berwarna biru,ia khawatir kalau masternya akan terluka oleh Caster.
TO BE CONTINUED


Tidak ada komentar:

Posting Komentar