Minggu, 10 Juli 2016

Heaven's Feel book 5


Chapter 5
   Sementara itu Elliot sudah dilumpuhkan oleh Alan saat melarikan diri sehingga kejahatan Rider sudah selesai.Meskipun sudah selesai tetapi para master masih bersiaga satu sama lain.Alan dan Saber yang sudah menerima command spell tambahan lalu menyerang kediaman dari Edwin Scheinzberg.Mereka berhasil mengalahkan 2 anak buah Edwin dengan mudah tapi saat mereka sampai dihalaman,mereka terpaksa berhadapan dengan Archer .Lalu Alan memerintahkan servantnya Saber untuk melawan Saber sementara ia menyusup.
   Tanpa segan Archer langsung menghujani Saber dengan berbagai panah panah elemental yang berbeda beda secara terus menerus tetapi Saber masih bisa menghindarinya dan menangkisnya dengan pedangnya.Archer tidak berhenti menyerang Saber dengan panah panah pembunuh kuat tetapi semua panahnya dapat dimentahkan oleh Saber.Keahlian Saber sebagai prajurit berpedang cukup tinggi karena ia mampu bertahan dari panah Archer dalam waktu yang cukup lama.Archer lalu mengganti panahnya dengan panah kuat yang berbeda.Tetapi semua panah yang ia tembakan tidak ada yang mampu melukai Saber.Saber lalu mulai menyerang Archer dengan cepatnya beruntunglah Archer masih bisa menghindarinya.Saber terus mencoba menyerang Archer dari jarak dekat tetapi selalu gagal akibat panah panah Archer yang selalu tepat sasaran.

   Dari kejauhan Lancer,Assassin dan Kousaka sedang mengamati pertarungan mereka dengan serius.Assassin kemudian menceritakan bahwa ia kenal siapa identitas asli dari Saber,dari gaya serangannya saja dia menyimpulkan kalau Saber berasal dari Asia Timur.Nama asli dari Saber adalah seorang panglima kuat asal China bernama Tsun Su,ia dikenal karena kepiawaiannya dalam berperang dan mengatur strategi sehingga wajar jika ia bisa membuat Archer kewalahan.
   Archer terus ditekan Saber yang benar benar sudah mengetahui semua gerak geriknya .Archer yang hanya mengandalkan keahlian memanahnya yang sangat baik harus diimbangi oleh Saber yang hanya berkemampuan jarak dekat.Archer menjadi lebih serius mengamati serangan Saber.Hingga akhirnya ia mengambil kesimpulan bahwa segala serangan Saber bergantung pada kecepatan gerakannya  meskipun polanya juga berubah ubah.Dengan hal itu ia cukup menembakkan panah pembunuh saja saat ada kesempatan.Saber dengan cepat menyerang Archer dengan pedangnya tetapi Archer dapat menahannya menggunakan busurnya dan saat ia melihat peluang Archer langsung menembakan panahnya dengan jarak sedekat mungkin tetapi Saber masih terlalu lincah sehingga ia mudah menghindari serangannya.
 
Archer tidak menyerah untuk mengalahkan Saber terus menyerang dan menyudutkannya dengan panah panahnya tetapi Saber masih bisa bertahan.Akhirnya Saber berhasil terkena panah Archer yang melukai lengan kirinya.Melihat hal itu Archer lalu mengarahkan panah panahnya dan berhasil menusuk lengan kanan Saber.Meskipun sudah kehilangan lengannya dan tak mampu menggunakan Hougunya,Saber masih dapat berdiri dan menyerang Archer sekuat tenaga.Tetapi sayang takdir tidak memihak Saber,Saber berhasil dikalahkan setelah 88 panah menusuk tubuhnya dan ia terkena Hougu milik Archer yang sangat kuat bernama Vasuvasastra .Ia masih sempat berdiri setelah terkena ledakan serangan itu tetapi akhirnya ia jatuh dan tubuhnya hancur menjadi debu.
   Sementara itu Alan masih bertarung sengit dengan Edwin.Beberapa kali serangan listriknya ditangkis oleh Edwin dengan tembakan pelurunya.Alan terus berusaha mendekati Edwin tetapi ia harus terkena tembakan peluru sihir berkali kali hingga membuatnya jatuh tersungkur.Melihat hal itu Edwin Scheinzberg langsung membunuhnya dengan menembakan peluru pistol Calico yang sudah diperkuat sihir kutukan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar