Minggu, 10 Juli 2016

Heaven's Feel book 7


Chapter 7
   Ditempat lain Caster dan Assassin masih bertarung sengit.Assassin yang terus ditekan Caster masih bisa bertahan berkat kecerdikannya.Untuk mempersingkat waktu mengalahkan Assassin,Caster mengeluarkan kartu As nya Endless Time.Dengan sihir itu ia dapat menentukan akhir dari musuhnya dengan kemampuan prediksinya.Saat ia menggunakannya,ia melihat masa depannya. Ia terkejut tidak percaya setelah melihat masa depannya,meski sudah menggunakan kartu As nya ia melihat bahwa ia akan mati ditangan Assassin.Setelah itu ia mengamuk dan menyerang Assassin dengan seluruh kemampuannya hingga Assassin sekarat.Akan tetapi Assassin masih bertahan dan belum membalas serangan Caster yang tiada habisnya.Saat Caster berhenti menyerang,Assassin bangkit dan balik menyerang Caster dengan melemparkan 3 pisau ke arah kepalanya tetapi Caster dapat menghindarinya dengan sihirnya.Lalu Caster balik menyerangnya dengan seluruh sihir yang ia punya hingga Assassin tersudut tapi Assasin berhasil bertahan dengan menggunakan kedua pedangnya.Lalu tanpa ragu Assassin menyerang Caster hingga Caster balik terpojok.Setelah beberapa menit,akhirnya Caster berhasil ditumbangkan setelah ditusuk oleh Assassin dari belakang dengan pedangnya yang berwarna putih.
   Caster akhirnya sadar kalau prediksinya itu benar dan ia tidak dapat mengubahnya sedikitpun.Ia bertanya tanya siapa Assassin?Mengapa ia tidak bisa dikalahkan?dan Apa yang dia sembunyikan?.Setelah Caster menghilang,Assassin segera pergi mencari masternya ke hutan.Saat dihutan ia kemudian tak sengaja masuk sebuah dunia ilusi yang ternyata berasal dari masternya Kousaka.Ia heran karena masternya bisa membuat dunia ilusi karena bahkan seorang magus profesional tidak mampu membuat dunia ilusi sesempurna itu apalagi masternya itu bukanlah seorang magus.Suasana dunia ilusi itu seperti keadaan kota yang selalu ramai.Assassin tidak mengerti apa tujuan dari dunia ilusi itu,ia khawatir masternya tengah dimanfaatkan musuhnya untuk membuat dunia ilusi ini.Karena itu Assassin segera mencari masternya ditengah keramaian tetapi ia belum menemukan masternya dimanapun.
 

Niat mencari masternya ia malah tiba tiba berdiri di koridor sebuah sekolah wanita.Ia menoreh ke sebelah kanannya dan ia melihat seorang siswi yang berambut coklat dengan rambut diikat disamping.Ia melihat keseharian wanita itu yang selalu bahagia.Akan tetapi saat wanita itu menjadi orang yang berbeda,Assassin langsung mengetahui bahwa ini adalah gambaran hidup dari masternya.Assassin menyimpulkan bahwa masternya tengah dalam kondisi kurang baik sehingga mungkin ia dirasuki oleh roh  pemakan jiwa ,roh itu juga menguasai kesadaran dan seluruh mana yang masternya punya sehingga ia dapat menciptakan dunia ilusi.Tapi Assassin bertanya tanya apa penyebab roh itu mengincar masternya .Dia lalu cepat pergi mencari titik pusat dari dunia ilusi itu dengan cara memusatka pikirannya pada aliran sihirnya.Assassin memang tidak memiliki daya sihir ataupun mana sedikitpun tetapi ia bisa merasakan aliran energi berkat pikirannya.Setelah ia menemukan pusatnya yang ternyata adalah pemandangan danau ditengah kebun bunga yang tengah mekar.Ia lalu menemukan masternya berdiri di sisi danau sambil meratapi bayangannya didanau tersebut.Assassin lalu mencoba mendekatinya tetapi saat ia menggerakan kakinya seketika sekitar pandangannya berubah,langit menjadi gelap,bunga bunga layu dan danau yang sebelumnya bening berubah menjadi lautan darah yang dihiasi mayat mayat busuk yang terapung.Lalu saat ia melihat masternya Kousaka,ia terkejut setelah melihat masternya itu diselimuti lengan lengan hitam dan tertelan ke dalam danau tadi.Seketika ia langsung berlari berusaha menyelamatkan masternya tersebut.Tetapi tiba tiba muncul makhluk yang hanya berdaging tebal,memiliki fisik sangat aneh dan terlihat sangat kelaparan hendak memburu Assassin.Makhluk itu terus bermunculan dan mengerumuni Assassin dan tidak membiarkannya lolos dari mereka.
   Assassin lalu berusaha melewati mereka dengan cara membunuh mereka satu persatu dengan pedangnya,tetapi setiap salah satu dari mereka gugur terus bermunculan makhluk yang baru sehingga jumlah mereka tidak ada habisnya.Setelah itu Assassin mengeluarkan kemampuan berpedangnya dan membuka jalan serta maju dengan cepat menembus puluhan makhluk daging itu.Setelah ia mencapai danau ia berusaha meraih lengan masternya tetapi masternya itu sudah tertelan lengan lengan hitam yang berasal dari dalam danau.Lalu dari danau muncul lengan lengan raksasa yang menyerang Assassin dengan begitu buasnya tetapi Assassin masih bisa bertahan .Lengan lengan raksasa itu terus bermunculan dan menyerangnya tanpa ampun.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar